5 JENIS TANAMAN RUMAH YANG DAPAT DIMANFAATKAN SEBAGAI CAT ALAMI

Posted by on 2015-08-19 - 9:39 AM

Tanaman rumahan merupakan jenis tanaman yang biasa ditanam di pekarangan rumah baik untuk tujuan artistik, arsitektur, maupun untuk pangan. Tanaman yang digunakan untuk memperindah halaman rumah sering kita sebut sebagai tanaman hias. Tanaman hias umumnya merupakan tanaman bunga yang menghasilkan bunga berwarna-warni atau tanaman unik yang memiliki bentuk dan warna daun yang menarik. Tak hanya ditanam di dalam pot sebagai penghias, beberapa tanaman hias juga ditanam secara berkelompok memanjang yang difungsikan sebagai pagar hidup. Salah satu tanaman hias yang biasa digunakan sebagai pagar hidup adalah tanaman bonsai.

Tak hanya tanaman hias, sebagian orang juga senang menanam jenis sayur-sayuran seperti singkong, bayam, cabai, kacang panjang, dan sebagainya. Selain untuk memanfaatkan lahan yang kosong dan sekedar menyalurkan hobi bercocok tanam, tanaman sayur-sayuran juga dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan. Tentu sangat menyenangkan jika kita dapat mengkonsumsi sayur-sayuran yang dipetik langsung dari halaman rumah.

Selain memiliki fungsi utama untuk memperindah perkarangan rumah ataupun sebagai bahan pangan, tanaman rumahan yang kita tanam di halaman juga dapat dimanfaatkan sebagai zat pewarna alami. Pada dasarnya, perkembangan cat warna di dunia diawali dengan memanfaatkan zat-zat warna yang ada pada tumbuhan hingga akhirnya dihasilkan berbagai jenis cat dengan campuran zat-zat kimia yang diproduksi secara sintetik. 

Di Indonesia sendiri, sudah dilakukan beberapa penelitian tentang pigmen-pigmen tanaman rumahan yang dapat dimanfaatkan sebagai zat warna alami. Penelitian-penelitian yang pernah dipublikasikan antara lain penelitian zat warna alami dari kembang kertas oleh mahasiswa universitas sebelas maret, penelitian zat warna pada tanaman ubi jalar ungu oleh mahasiswa universitas sriwijaya, dan masih banyak yang lainnya. 

Penelitian yang dilakukan biasanya berfokus kepada penggunaan zat warna yang ada dalam tanaman untuk dimanfaatkan sebagai zat pewarna makanan. Dengan adanya penelitian-penelitian tersebut, diketahui bahwa pigmen yang terdapat dalam tanaman tertentu, melalui proses sederhana, aman untuk digunakan sebagai pewarna makanan misalnya daun pandan dan kunyit. 

Jika pigmen-pigmen tersebut dapat dimanfaatkan sebagai pewarna makanan, tentu juga dapat dimanfaatkan sebagai cat alami yang dapat kita gunakan untuk menggambar. Pembuatan dan penggunaan cat warna alami dari tanaman sekitar rumah pernah menjadi karya ilmiah terbaik di salah satu kabupaten di provinsi Sumatera Utara untuk tingkat sekolah menengah pertama. Cat dan karya yang dihasilkan kemudian dipamerkan pada pameran pendidikan yang diadakan di kabupaten Labuhan Batu.

Untuk anda yang hobi menggambar dan menghabiskan banyak biaya untuk membeli cat, mungkin cat warna alami ini bisa jadi alternatif anda. Selain memanfaatkan tanaman yang mudah didapat, proses pembuatannya pun terbilang sangat sederhana. Selain itu, anda juga bisa menghemat biaya. Jika anda tertarik, berikut kami sajikan 5 jenis tanaman rumah yang bisa dijadikan cat alami.

  1. Tanaman Bunga Kertas
    Tanaman bunga kertas merupakan salah satu jenis tanaman bunga yang mudah kita temukan di lingkungan sekitar. Tanaman bunga kertas memiliki warna bunga yang beragam mulai dari merah, jingga, ungu, hingga putih. Untuk membuat cat alami, kita dapat memanfaatkan bunga kertas yang berawarna merah atau ungu karena zat warna tersebut lebih pekat dan mudah larut.

    cat alami dari bunga kertas

    Kembang kertas mengandung pigmen betalain yang berfungsi memberi warna kuning, jingga, merah, dan ungu pada tanaman. Untuk membuat cat alami dari bunga kertas, kita dapat menggunakan pelarut air karena betalain mudah larut dalam air. Ambil beberapa bunga kertas, bersihkan, kemudian tumbuk dan saring ekstraknya. Dengan tambahan sedikit air, maka akan dihasilkan cat warna sesuai dengan warna bunga yang anda pakai.

    Dengan perbandingan komposisi tertentu anda dapat menghasilkan beberapa warna diantaranya merah, merah muda, jingga, ungu, dan coklat. Karena menggunakan bahan-bahan alami, cat warna yang dihasilkan tidak bertahan lama. Agar hasilnya maksimal, anda dapat menambahkan pengawet pada zat warna alami yang sudah berhasil anda buat.

  2. Tanaman Kunyit
    Warna kunyit tentu tidak asing lagi buat kita karena kunyit seringkali digunakan sebagai bumbu dalam masakan. Selain menambah cita rasa, kunyit juga memberikan warna pada masakan. Anda mungkin pernah menumpahkan kuah gulai ke pakaian putih anda dan meninggalkan noda yang sulit untuk dibersihkan. Salah satu yang berperan dalam warna kuah tersebut adalah zat warna dalam kunyit.

    Tanaman kunyit (Kurkuma Domestika val) mengandung pigmen kurkumin yang memberi warna kuning atau kuning kecoklatan. Bagian kunyit yang dapat digunakan untuk diekstrak sebagai cat alami adalah bagian rimpangnya. Pembuatan cat alami dari rimpang kunyit tak jauh berbeda dengan pembuatan cat alami dari bunga kertas.

    Cat alami dari kunyit cenderung lebih pekat dan warna yang dihasilkan cenderung lebih tahan lama. Jika cat dari kunyit disimpan untuk waktu yang cukup lama, maka warna kuning yang dihasilkan sebelumnya akan berubah menjadi lebih gelap hingga menjadi kecoklatan.

  3. Tanaman Singkong
    Selanjutnya, tanaman yang dapat kita manfaatkan sebagai zat warna alami adalah tanaman singkong. Tanaman singkong atau tanaman ubi merupakan salah satu tanaman buah dan sayuran yang banyak dibudidayakan petani. Tanaman ini sangat mudah tumbuh sehingga tidak diperlukan perawatan khusus.

    Bagian tanaman singkong yang dapat kita dunakan sebagai cat alami adalah bagian daun dan buahnya. Daun tanaman singkong mengandung klorofil yang memberi warna hijau. Warna hijau yang dihasilkan oleh daun singkong cenderung lebih pekat dibanding tanaman lainnya dan ekstrak daunnya lebih mudah dibuat dengan cara ditumbuk hingga halus. Struktur daun yang lembut mendukung dihasilkannya cat yang pekat dan halus.

    Kita juga dapat memanfaatkan buahnya untuk menghasilkan warna putih. Daging buah singkong dihaluskan hingga seperti tepung kemudian dicampur dengan sedikit air. Kandungan zat tepung dalam singkong akan menghasilkan warna putih yang cerah, akan tetapi cara ini cenderung tidak berfungsi dengan baik.

    Selain daun singkong, untuk warna hijau anda juga bisa memanfaatkan tanaman pandan. Daun pandan juga dapat dihaluskan dan dicampur sedikit air sehingga dihasilkan cairan pekat berwarna hijau yang bisa digunakan untuk mewarnai gambar.

  4. Tanaman Ubi Jalar
    Satu lagi tanaman ubi yang dapat kita manfaatkan untuk membuat cat warna alami yaitu tanaman ubi jalar. Ubi jalar mengandung pigmen antosianin. Antosianin merupakan pigmen yang memberi pengaruh warna ungu. merah, biru, hingga cokelat pada tanaman. Pigmen ini banyak terdapat dalam buah anggur, apel, dan bunga.

    Untuk menghasilkan warna violet kita dapat memanfaatkan ubi jalar ungu. Pembuatan cat alami dari buah ubi jalar ungu dilakukan dengan cara menghaluskan buah (diblender) hingga halus kemudian dicampur dengan sedikit pelarut dan direbus hingga dihasilkan warna yang kental dan pekat.

  5. Tanaman Bonsai
    Tanaman bonsai juga termasuk tanaman yang mudah ditemukan. Tanaman ini memiliki buah berukuran kecil berwarna oranye yang dapat dihancurkan dengan mudah. Terkadang buah ini digunakan oleh anak-anak sebagai senjata ketika bermain perang-perangan. Jika anda tekan buah bonsai, maka akan keluar cairan berwarna yang encer.

    Buah bonsai mengandung pigmen yang menghasilkan warna kuning dan oranye. Pigmen tersebut merupakan pigmen yang banyak ditemukan dalam buah wortel yang disebut karotenoid. Warna yang dihasilkan dari buah bonsai cenderung halus dan terkesan lembayung.
Demikianlah info tentang jenis tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai cat alami. Selain tanamn-tanaman tersebut, masih banyak tanaman-tanaman lain yang sudah lebih dulu dimanfaatkan sebagai zat warna alami seperti kesumba, pinang, mengkudu, jati, jambu biji, soga, dan sebagainya.


Seluruh konten yang diterbitkan di teknokiper.com disusun oleh teknokiper dan dilindungi undang-undang hak cipta. Dilarang menerbitkan ulang konten dalam bentuk apapun dan dengan cara apapun.

Related Post:

Advertisements

0 comments :

Post a Comment