Bentuk-bentuk Muka Bumi di Daratan dan Lautan

Posted by on 2016-04-26 - 4:47 PM

Bentuk muka bumi berubah secara alami dari waktu ke waktu. Meskipun perubahan bentuk muka bumi umumnya terjadi dalam kurun waktu yang relatif lama, namun ada beberapa perubahan yang dapat dirasakan oleh manusia secara lansgung. Perubahan bentuk muka bumi dipengaruhi oleh tenaga endogen dan tenaga eksogen. Cepat lambatnya perubahan bentuk muka bumi dipengaruhi oleh suatu kekuatan atau energi alami yang berkaitan langsung dengan proses endogen dan eksogen yang terjadi.

Secara garis besar, bentuk-bentuk muka bumi dapat dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu :
1. Bentuk muka bumi di daratan
2. Bentuk muka bumi di lautan

Bentuk-bentuk muka bumi yang ada di daratan dan di lautan pada dasarnya sama-sama terbentuk oleh tenaga endogen dan eksogen. Beberapa bentuk muka bumi yang ada di daratan juga memiliki kesamaan dengan bentuk yang ada di lautan.

Hanya saja, karena ada perbedaan mendasar antara daratan dan lautan yaitu adanya air pada lautan sementara daratan tidak ditutupi oleh air sehingga menyebabkan beberapa perbedaan bentuk atau dalam hal penamaan saja.

Bentuk Muka Bumi di Daratan

Bentuk muka bumi di daratan merupakan bentuk-bentuk permukaan bumi yang dapat kita amati secara langsung karena berada di permukaan bumi dan tidak ditutupi oleh air. Berikut beberapa bentuk-bentuk muka bumi di daratan :
1. Dataran rendah
2. Dataran tinggi
3. Gunung dan pegunungan
4. Bukit dan perbukitan
5. Lembah
6. Depresi kontinental

Dataran Rendah
Dataran rendah merupakan bentuk muka bumi yang datar dan rendah. Suatu dataran dapat dikatakan dataran rendah jika berada pada ketinggian 0-200 meter di atas permukaan laut.

Sesuai dengan namanya, bentuk muka bumi dataran rendah cenderung datar dengan beberapa bagian yang sedikit lebih tinggi daripada tempat lainnya.

Dataran rendah biasanya menjadi lokasi permukiman penduduk karena dataran rendah memiliki tanah yang relatif lebih subur serta strategis dalam hal pertanian dan ekonomi.

Berikut beberapa alasan yang menjadikan dataran rendah sebagai pusat permukiman:
1. Mobilitas di dataran rendah relatif lebih mudah
2. Mudah menerapkan sarana prasarana transportasi
3. Tanah dataran rendah relatif lebih subur
4. Dataran rendah dekat dengan pantai
5. Memudahkan hubungan ke luar melalui jalur laut

Dataran Tinggi
Dataran tinggi (plato) merupakan bentuk muak bumi yang datar dan tinggi, artinya daerah tersebut berada pada ektinggian ratusan hingga ribuan meter di atas permukaan air laut. Plato umumnya terbentuk sebagai hasil erosi atau sedimentasi.

Sama seperti dataran rendah, dataran tinggi juga memungkinkan mobilitas yang lancar sehingga beberapa dataran tinggi berkembang menjadi pusat ekonomi penduduk. Bentuk muka bumi di dataran tinggi biasanya lebih bervariasi dibanding datarn rendah.

Pada dataran tinggi biasanya antara satu daerah dengan daerah lainnya menunjukkan perbedaan ketinggian yang variatif. Banyak lahan dengan kemiringan tertentu yang amsih dapat dimanfaatkan untuk bidang pertanian.

Gunung dan Pegunungan
Gunung merupakan bentuk muka bumi yang menjulang tinggi ke atas dan mengerucut dengan bagian puncak lebih kecil dibanding bagian bawahnya. Gunung terdiri dari tiga bagian utama, yaitu :
1. Kaki gunung
2. Lereng gunung
3. Puncak gunung

Berdasarkan kemiringannya, lereng gunung dibedakan menjadi tiga, yaitu:
1. Lereng landai (kemiringan <45o)
2. Lereng curam (kemiringan >45o)
3. Lereng tegak (kemiringan 90o)

Bentuk muka bumi yang memiliki persamaan dengan gunung adalah pegunungan. Pegunungan merupakan jalur memanjang yang dibentuk oleh rangakain gunung-gunung seperti bentuk pematang raksasa dengan ketinggian 200 meter hingga ribuan meter di atas permukaan air laut.

Pegunungan terbentuk karena adanya proses lipatan dan patahan yang disebabkan oleh tenaga endogen. Pada pegunungan, puncak yang satu dengan puncak yang lainnya berkaitan dan dihubungkan oleh daerah yang cukup luas.

Berdasarkan ketinggian dan kemiringan lerengnya, pegunungan dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu:
1. Pegunungan tua
2. Pegunungan muda

Pegunungan tua merupakan pegunungan yang relatif rendah dengan puncak tumpul dan lerengnya landai. Sedangkan pegunungan muda merupakan pegunungan yang relatif tinggi dengan puncak runcing dan lereng yang relatif curam.

Bukit dan Perbukitan
Bukit merupakan bentuk muka bumi yang lebih tinggi dibanding daerah sekitarnya namun tidak curam seperti gunung. Ketinggian bukit lebih rendah daripada gunung yaitu sekitar 20-300 meter di atas permukaan laut.

Perbukitan merupakan bentuk muka bumi yang tinggi memanjang yang terdiri atas bukit-bukit. Perbukitan terlihat menyerupai pegunungan namun tidak memiliki puncak yang runcing seperti gunung dan ketinggiannya lebih rendah. 

Lembah
Lembah merupakan bentuk muka bumi yang menjorok ke dalam atau cekung dan biasanya dikelilingi oleh gunung atau pegunungan. Lembah dikenal sebagai bagian bawah dari kaki gunung atau bagian tepi sungai.

Depresi Kontinental
Depresi kontinental merupakan bentuk muka bumi yang menyerupai daratan namum tingginya lebih rendah dari permukaan air laut. Salah satu daerah depresi kontinental yang terkenal adalah yang ada di negara Belanda.

Bentuk Muka Bumi di Lautan

Bentuk muka bumi di lautan merupakan bentuk yang cenderung tidak dapat diamati secara langsung karena berada di bawah permukaan laut atau di dasar laut.

Secara umum dasar laut terdiri dari empat bagian, yaitu :
1. Landasan benua
2. Lereng benua
3. Deep sea plain
4. The deep

Landasan Benua
Landasan benua (continental shelf) merupakan dasar laut yang berbatasan langsung dengan benua. Di landasan benua sering ditemukan bentuk-bentuk muka bumi yang menyerupai sungai dan menjadi bukti bahwa landasan benua merupakan bagian daratan yang kemudian tenggelam.

Lereng Benua
Lereng benua (continental slope) merupakan bagian yang terletak di pinggir landasan benua di kedalaman hingga 15000 m dengan sudut kemiringan kurang dari 5 derajat.

Beberapa bentuk muka bumi di lautan antara lain:
1. Palung laut
2. Lubuk Laut
3. Gunung laut
4. Punggung laut
5. Ambang laut

Palung Laut
Palung laut merupakan jurang yang berada di dasar laut dan merupakan bagian terdalam dari lantai samudera. Palung laut memiliki dinding yang curam membentuk corong memanjang ke dalam. Secara sederhana palung laut berbentuk seperti huruf V dengan ukuran yang memanjang ke bawah.

Lubuk Laut
Lubuk laut (basin) merupakan bentuk muka bumi yang menyerupai lembah di daratan tetapi berada di dalam laut. Lubuk laut berbentuk membulat cekung, dalam, dan meluas.  Lubuk laut biasanya terbentuk karena ingresi.

Gunung Laut
Gunung laut merupakan bentuk muka bumi yang menyerupai gunung di daratan tetapi berada di dalam laut. Berbeda dengan gunung yang ada di daratan, pada gunung laut, kakinya berada di dasar laut. Ada gunung laut yang puncanya menjulang ke permukaan dan dapat dilihat dari daratan misalnya gunung krakatau. 

Punggung Laut
Punggung laut merupakan gambaran bentuk bukit yang berada di dalam laut. Sesuai dengan namanya, punggung laut berbentuk menjulang seperti tanggul raksasa namun tidak sampai ke permukaan laut. Sederhananya, punggung laut itu sama dengan bukit yang berada di dasar laut.

Ambang Laut
Ambang laut merupakan punggung laut yang memisahkan dua bagian laut atau memisahkan dua laut dalam. Dengan kata lain ambang laut merupakan bentuk representatif dari perbukitan yang berada di dalam laut.

Seluruh konten yang diterbitkan di teknokiper.com disusun oleh teknokiper dan dilindungi undang-undang hak cipta. Dilarang menerbitkan ulang konten dalam bentuk apapun dan dengan cara apapun.

Related Post:

Advertisements

0 comments :

Post a Comment