Fungsi Nilai dan Norma Sebagai Orientasi Perilaku Sosial

Posted by on 2016-04-20 - 10:19 AM

Tujuan utama sosialisasi adalah untuk menanamkan nilai-nilai dan norma positif kepada setiap individu agar dapat berperilaku dan bertindak sesuai dengan nilai dan norma sosial yang berlaku. Itu artinya dalam berperilaku, masing-masing individu haruslah memperhatikan nilai dan norma sosial sebagai pedoman. Dengan kata lain, kita harus senantiasa menyesuaikan diri dan beradaptasi dengan nilai dan norma yang berlaku di lingkungan tempat kita berada. Setiap lingkungan mempunyai nilai dan norma sosial masing-masing. Adakalanya sesuatu yang baik di satu lingkungan belum tentu baik di lingkungan lainnya.

Oleh karena itu, sebagai makhluk sosial kita harus selalu belajar dan beradaptasi agar dapat diterima di lingkungan tempat kita tinggal. Perlu diingat bahwa ketika kita berpindah ke suatu tempat yang berbeda dengan lingkungan sebelumnya, maka kitalah yang harus menyesuaikan diri dengan tradisi di lingkungan yang baru bukan lingkungan yang menyesuaikan diri dengan kita.

Pengertian Nilai Sosial

Nilai sosial merupakan segala sesuatu yang dianggap pantas, berharga, dan dinginkan oleh masyarakat. Segala sesuatu tersebut meliputi perilaku, sikap, etika, dan tatacara dalam kehidupan sehari-hari. Melalui nilai-nilai sosial, kita belajar menegani apa yang pantas dan apa yang tidak seharusnya dilakukan.

Menurut Robbin (1996), nilai sosial adalah keyakinan dasar perilaku seseorang atau gambaran tentang sesuatu yang berharga, pantas, dan diinginkan untuk memperbaiki perilaku sosialnya. Nilai sosial sangat erat kaitannya dengan kebudayaan dalam kehidupan masyarakat.

Karena masyarakat di setiap lingkungan memiliki kebudayaan yang berbeda-beda, maka nilai-nilai sosial yang diterapkan di masing-masing lingkungan juga berbeda-beda disesuaikan dengan kebudayaan yang mera anut.

Nilai-nilai sosial yang bersumber atau bertolak ukur dari kebudayaan masyarakat kemudian menjadi suatu pedoman atau orientasi perilaku sosial. Artinya, tiap-tiap individu dalam lingkungan masyarakat tertentu harus menyesuaikan diri dengan kebudayaan yang dianut masyarakat tersebut.

Pengertian Norma Sosial

Norma sosial merupakan sesuatu yang dijadikan patokan atau pedoman masyarakat terkait tindakan apa yang diterima dengan baik dan tindakan apa yang tidak pantas. Norma sosial indentik dengan kebiasaan umum yang dijadikan patokan perilaku sosial dalam kelompok masyarakat tertentu.

Menurut Robbin (1996), norma sosial adalah standart perilaku yang dapat diterima dengan baik dalam suatu kelompok yang digunakan bersama oleh anggota-anggota kelompok tersebut. Norma sosial inilah yang dijadikan orientasi sekaligus filter bagi masyarakat dalam berperilaku.

Kebiasaan umum masyarakat sering dikaitkan dengan tradisi yaitu segala sesuatu yang sudah mendarah daging dan sulit untuk ditinggalkan. Hal itu berkaitan langsung dengan cara hidup, cara memenuhi kebutuhan, cara berinterksi antar sesama, cara berpakaian, bahasa, karya, dan sebagainya.

Dengan berjalannya waktu, norma-norma yang dianut oleh kelompok masyarakat tertentu dapat berkembang. Perkembangan tersebut seiring dengan kesepakatan-kesepakatan sosial masyarakat. Kesepakatan tersebut seringpula dianggap sebagai peraturan sosial.

Fungsi Nilai dan Norma Sosial

Pada dasarnya nilai dan norma yang dianut oleh masyarakat berfungsi untuk menjaga perilaku tiap-tiap anggotanya agar tidak melakukan penyimpangan. Tentu saja penyimpangan yang dimaksud adalah bentuk penyimpangan dilihat berdasarkan nilai dan norma yang mereka anut.

Sebagai landasan atau pedoman perilaku, fungsi nilai dan norma sosial dapat dikelompokan menjadi enam sifat yaitu fungsi teoritis, fungsi ekonomis, fungsi estetis, fungsi sosial, fungsi religius, dan fungsi politis.

Fungsi Teoritis
Fungsi nilai dan norma sosial bersifat teoritis karena nilai dan norma yang dianut oleh masyarakat didasari oleh teori yang berbeda dengan pengetahuan langsung. Segala penemuan terkait nilai dan norma  membutuhkan landasan kebenaran melalui pendekatan kritis dan rasional.

Fungsi Sosial
Fungsi nilai dan norma bersifat sosial karena pada dasarnya ditujukan untuk kepentingan umum dan memberikan nilai tertinggi pada kecintaan akan kepentingan orang banyak. Nilai dan norma sosial difungsikan untuk mengatur perilaku sosial demi kehidupan bersama.

Fungsi Religius
Fungsi nilai dan norma sosial bersifat religius berkaitan dengan agama yang diyakini di dalam kelompok masyarakat. Nilai dan norma sebagai orientasi perilaku sosial selaras dengan sifat keagamaan sehingga timbul kepedulian akan kesatuan pengalaman serta pemahaman tentang kosmos sebagai keseluruhan hidup yang bermasyarakat dan memiliki Tuhan.

Fungsi Estetis
Fungsi nilai dan norma sosial bersifat estetis karena nilai dan norma sosial pada dasarnya memperhatikan nilai estetis sehingga dapat dipandang sebagai sesuatu yang indah, layak, atau pantas untuk diterima. Fungsi ini berkaitan langsung dengan cara berbicara, berpakaian, dan berperilaku dalam kehidupan sehari-hari.

Fungsi Ekonomis
Fungsi nilai dan norma sosial bersifat ekonomis berhubungan dengan penekanan kegunaan praktis yang hemat bersifat dan berciri ekonomi. Fungsi ini berkaitan langsung dengan cara bekerja, cara memenuhi kebutuhan, dan cara fikir berdasarkan prinsip-prinsip ekonomi.

Fungsi Politis
Perilaku kehidupan masyarakat yang bercorak politik dan berdasarkan kebiasaan kenegaraan menunjukkan bahwa fungsi nilai dan norma sosial juga bersifat politis. Fungsi ini berkaitan langsung dengan cara individu atau kelompok dalam memperoleh pengaruh terhadap orang banyak.


Seluruh konten yang diterbitkan di teknokiper.com disusun oleh teknokiper dan dilindungi undang-undang hak cipta. Dilarang menerbitkan ulang konten dalam bentuk apapun dan dengan cara apapun.

Related Post:

Advertisements

0 comments :

Post a Comment