Pengertian Metamorfosis dan Metagenesis Makhluk Hidup

Posted by on 2016-04-27 - 11:55 PM

Salah satu ciri-ciri makhluk hidup adalah kemampuan untuk bereproduksi atau menghasilkan keturunan. Reproduksi merupakan suatu cara yang harus dilakukan oleh makhluk hidup agar dapat mempertahankan spesiesnya dan menghindari kepunahan. Selain itu, setiap makhluk hidup juga harus beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan lingkungannya agar dapat bertahan hidup. Setiap organisme mempunyai cara yang berbeda-beda dalam melangsungkan kehidupan untuk dapat bertumbuh dan berkembangbiak. Proses pertumbuhan dan perkembangan pada makhluk tertentu disertai dengan perubahan bentuk pada tubuhnya.

Organisme mengalami suatu siklus hidup dimulai dari lahir, tumbuh, menjadi dewasa, berkembangbiak, dan akhirnya mati. Siklus hidup tersebut disertai dengan banyak perubahan meliputi perubahan bentuk dan ukuran.

Beberapa organisme tertentu mengalami siklus hidup yang unik sehingga menjadi karakter yang membedakannya dengan organisme lain. Siklus unik tersebut dapat dijumpai baik pada hewan maupun pada tumbuhan.

Siklus hidup yang berkaitan dengan pertumbuhan dan perkembangan antaralain:
1. Metamorfosis pada hewan
2. Metagenesis pada tumbuhan

Metamorfosis

Metamorfosis adalah proses perubahan bentuk dari masa larva sehingga membentuk organisme dewasa yang sempurna. Denagn kata lain, metamorfosis merupakan peristiwa perubahan bentuk pada tubuh hewan tertentu selama proses pertumbuhan dan perkembangannya.

Ketika hewan tertentu mengalami metamorfosis, maka hewan tersebut akan menjalani beberapa tahapan pertumbuhan dan differensiasi sel sehingga mengalami perubahan bentuk ataupun struktur tubuh. Tahapan-tahapan tersebut berlangsung hingga dihasilkan organisme dewasa.

Metamorfosis hanya dialami oleh beberapa hewan tertentu seperti kupu-kupu, katak, dan belalang. Selama proses metamorfosis, hewan-hewan tersebut mengalami tahapan-tahapan yang memiliki bentuk sangat berbeda dengan hewan dewasa.

Berdasarkan tahapanya, metamorfosis dapat dibedakan menjadi dua tipe, yaitu:
1. Metamorfosis sempurna
2. Metamorfosis tidak sempurna

Metamorfosis Sempurna (Holometabolisme)
Metamorfosis sempurna adalah proses perubahan bentuk dari larva sampai organisme dewasa mengalami masa pupa atau kepompong. Metamorfosis dikatakan sempurna jika perubahan bentuk yang dialami terjadi secara signifikan dengan tahapan-tahapan yang jelas yaitu telur - larva - pupa - organisme dewasa.

Salah satu hewan yang mengalami metamorfosis sempurna adalah kupu-kupu. Sebelum menjadi kupu-kupu seperti yang kita lihat, kupu-kupu mengalami serangkaian tahapan metamorfosis yaitu telur - ulat - kepompong - kupu-kupu.

Metamorfosis Tidak Sempurna (Hemimetabolisme)
Metamorfosis tidak sempurna adalah proses perubahan bentuk dari larva sampai organisme dewasa tidak mengalami masa kepompong. Metamorfosis dikatakan tidak sempurna jika perubahan yang terjadi tidak terlalu mencolok.

Beberapa hewan yang mengalami metamorfosis tidak sempurna antaralain jangkrik, belalang, dan kepik. Sebelum menjadi organisme dewasa, hewan-hewan tersebut melalui perubahan dari bentuk nimfa terlebih dahulu.

Metamorfosis pada belalang melalui tahapan-tahapan berikut : telur - nimfa - belalang muda - belalang dewasa. Perbedaan bentuk antara nimfa, organisme muda, dan organisme dewasa tidak terlalu mencolok.

Metagenesis

Sama seperti hewan, dari tumbuhan juga terdapat tumbuhan tertentu yang mengalami siklus hidup unik yang disebut metagenesis. Metagenesis merupakan proses pergiliran keturunan atau pergantian siklus yang melibatkan perubahan bentuk atau struktur tubuh.

Berdasarkan pergilirannya, maka metgenesis dapat dibagi menjadi dua siklus, yaitu :
1. Siklus seksual
2. Siklus aseksual

Siklus seksual (fase generatif) merupakan siklus yang menghasilkan gametofit. Oleh karena itu, generasi yang dihasilkan pada siklus ini disebut generasi gamteofit.

Siklus aseksual (fase vegetatif) merupakan siklus yang menghasilkan sporofit. Oleh karena itu, generasi yang dihasilkan pada siklus ini disebut generasi sporofit.

Pada kesempatan ini akan dibahas metagenesis pada dua tumbuhan khusus, yaitu:
1. Metagenesis pada tumbuhan paku
2. Metagenesis pada tumbuhan lumut

Metagenesis Tumbuhan Paku
Pada tumbuhan paku, spora dihasilkan pada bagian daun, tepatnya di lembaran daun bagian bawah yang berbentuk bintik-bintik hitam kecoklatan. Dengan demikian, tumbuhan paku bertindak sebagai generasi sporofit yaitu pengahsil spora.

Metagenesis tumbuhan paku

Selanjutnya, spora yang jatuh di tempat lembap akan tumbuh menjadi protalium yang menghasilkan gamet jantan dan gamet betina. Dengan demikian, pada tumbuhan paku yang bertindak sebagai generasi gametofitnya adalah protalium.

Metagenesis Tumbuhan Lumut
Pada tumbuhan lumut, tumbuhan lumut jantan menghasilkan gamet jantan berupa spermatozoid dan tumbuhan lumut betina menghasilkan gamet betina berupa sel telur. Dengan demikian, tumbuhan lumut bertindak sebagai generasi gametofit yaitu penghasil gamet.

Metagenesis tumbuhan lumut

Selanjutnya, setelah proses fertilisasi terbentuk sporogonium yaitu tumbuhan lumut muda yang menghasilkan kapsul berisi spora. Dengan demikian, pada tumbuhan lumut yang bertindak sebagai generasi sporofit adalah sporogonium.

Seluruh konten yang diterbitkan di teknokiper.com disusun oleh teknokiper dan dilindungi undang-undang hak cipta. Dilarang menerbitkan ulang konten dalam bentuk apapun dan dengan cara apapun.

Related Post:

Advertisements

0 comments :

Post a Comment