Pertumbuhan dan Perkembangan Pada Hewan

Posted by on 2016-04-30 - 4:45 PM

Pertumbuhan merupakan proses perubahan yang besifat kuantitatif yang dapat dinyatakan dalam angka. Sebaliknya, perkembangan merupakan proses perubahan yang besifat kaulitatif yag tidak dapat dinyatakan dengan angka. Tidak seperti tumbuhan yang hanya mengalami pertumbuhan pada titik-titik tertentu yang disebut sebagai titik tumbuh, pada hewan pertumbuhan terjaid di seluruh bagian tubuh. Pertumbuhan dan perkembangan pada hewan diawali dengan terbentuknya zigot yang dihasilkan melalui proses pembuahan atau fertilisasi. Pertumbuhan hewan terus berlangsung hingga mencapai usia dewasa disertai dengan perkembangannya.

Pertumbuhan hewan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:
1. Pertumbuhan primer
2. Pertumbuhan sekunder

Pertumbuhan primer pada hewan merupakan pertumbuhan awal yaitu perubahan sel zigot membentuk janin. Sedangkan pertumbuhan sekunder merupakan pertumbuhan dari penyempurnaan bentuk organ yang sudah ada misalnya tinggi badan, panjang rambut, dan sebagainya.

Berdasarkan fasenya, pertumbuhan dan perkembangan pada hewan dapat dibagi menjadi dua fase, yaitu:
1. Fase embrionik
2. Fase pascaembrionik

Fase Embrionik

Fase Embrionik adalah fase pertumbuhan dan perkembangan hewan yang dimulai dari zigot sampai terbentuknya embrio sebelum lahir dan menetas.

Zigot merupakan hasil pertemuan ovum dengan sperma yang terjadi saat proses pembuahan atau fertilisasi. Selanjutnya, zigot akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan melalui beberapa tahap, yaitu:
1. Pembelahan
2. Gastrula
3. Organogenesis

Pembelahan
Tahap pembelahan merupakan tahapan yang paling awal sejak zigot terbentuk. Pada tahapan pembelahan terdapat dua fase, yaitu:
1. Fase morula
2. Fase blastula

Pada tahap pembelahan, zigot akan mengalami pembelahan secara mitosis. Pada pembelahan mitosis, satu sel akan membelah menjadi dua sel, dua sel manjadi empat sel, empat sel menjadi delapan sel, enam belas sel, begitu seterusnya hingga dihasilkan tiga puluh dua sel.

Fase morula merupakan fase terbentuknya sekumpulan sel yang tersusun seperti buah anggur. Sekumpulan sel inilah yang disebut dengan istilah morula.

Setelah morula terbentuk, pembelahan masih terus berlanjut hingga terbentuklah rongga di bagian dalam yang disebut blastosol. Proses terbentuknya rongga inilah yang disebut fase blastula.

Gastrula
Tahapan gastrula merupakan tahapan selanjutnya setelah pembelahan. Gastrula merupakan hasil pertumbuhan dan perkembangan blastula. Pertumbuhan ini ditandai dengan terbentuknya tiga lapisan embrionik, yaitu:
1. Ektoderm (luar)
2. Mesoderm (tengah)
3. Endoderm (dalam)

Lapisan-lapisan inilah yang nantinya akan berkembang menjadi berbagai organ melalui tahapan selanjutnya.

Organogenesis
Organogenesis adalah proses pembentukan organ-organ tubuh pada hewan. Organ-organ yang dihasilkan merupakan perkembangan dari tiga lapisan yang terbentuk pada proses gastrula.

Lapisan ektoderm berkembang membentuk organ luar seperti rambut, kulit, sistem saraf, dan alat indera. Lapisan mesoderm berkembang menjadi otot, rangka, alat reproduksi, alat peredaran darah, dan alat ekskresi. Sedangkan lapisan endoderm menghasilkan organ pencernaan dan organ pernapasan.

Fase Pascaembrionik

Fase pasca embrionik merupakan fase pertumbuhan dan perkembangan hewan setelah fase embrionik yaitu dimulai setelah hewan menetas atau terlahir ke dunia.

Pertumbuhan pasca embrionik tidak berlangsung secara terus-menerus dan akan berhenti ketika hewan telah mencapai usia tertentu. Meskipun seluruh tubuh mengalami pertumbuhan, namum kecepatan pertumbuhannya berbed-beda.

Perkembangan pada hewan ditandai dengan munculnya sifat-sifat kelamin sekunder yang menjadi salah satu ciri kedewasaan. Perkembangan dimulai ketika alat kelamin dapat memproduksi sel-sel gamet.


Seluruh konten yang diterbitkan di teknokiper.com disusun oleh teknokiper dan dilindungi undang-undang hak cipta. Dilarang menerbitkan ulang konten dalam bentuk apapun dan dengan cara apapun.

Related Post:

Advertisements

0 comments :

Post a Comment