PEMBAHASAN SOAL UN IPA FISIKA SMP 2008 N0 11-15

Posted by on 2017-03-31 - 7:24 AM

Teknokiper.com - Soal ujian nasional IPA SMP tahun 2008. Pembahasan soal ujian nasional IPA bidang study fisika untuk tingkat sekolah menengah pertama. Pembahasan soal ujian nasional Fisika ini disusun berdasarkan soal-soal ujian nasional fisika untuk tingkat menengah pertama. Artikel ini merupakan lanjutan dari pembahasan soal un fisika tahun 2008 yang telah dibahas sebelumnya. Setiap artikel pembahasan terdiri dari lima soal. Lima soal yang akan dibahas pada kesempatan ini meliputi lima topik dalam study fisika antaralain gelombang, cahaya, optik, listrik statis, dan rangkaian listrik. Pembahasan ujian nasional IPA SMP tahun 2008 ini sengaja kami susun kembali untuk membantu murid memperkaya model soal ujian nasional sehingga diharapkan murid menjadi lebih siap dalam menghadapi ujian nasional.

Berikut model soal yang keluar pada pembahasan kali ini : (11) Menentukan cepat rambat gelombang berdasarkan gambar. (12) Menidentifikasi sifat pemantulan cahaya berdasarkan hukum pemantulan. (13) Mengidentifikasi kerusakan atau kelainan yang terjadi pada mata berdasarkan ciri-ciri yang terlihat pada gambar. (14) Menganalisis perpindahan muatan listrik saat dua benda digosokkan. (15) Menentukan nilai yang terukur pada voltmeter berdasarkan rangkaian listrik yang diberikan.

Soal 11 : Gelombang
Perhatikan gambar rambatan gelombang berikut!

Pembahasan ujian nasional IPA SMP Fisika 2008

Cepat rambat gelombang di atas adalah ....
A. 0,8 m/s
B. 4,0 m/s
C. 18,0 m/s
D. 36,0 m/s

Pembahasan :
Gelombang adalah getaran yang merambat, yang membawa energi dari satu tempat ke tempat lainnya. Panjang gelombang adalah jarak satu gelombang penuh, yaitu jarak dari suatu puncak gelombang ke puncak gelombang berikutnya.

Panjang 1 gelombang penuh secara umum juga didefenisikan sebagai satu bukit dan satu lembah. Pada gambar terdapat 2 bukit dan 1 lembah, itu artinya terdapat 1,5 gelombang. Dari gambar di atas dapat kita lihat bahwa panjang 1,5 gelombang itu sama dengan 12 meter.

Dengan demikian berlaku persamaan:
⇒ 1,5 λ = 12 m
⇒ λ = 12/1,5
⇒ λ = 8 m

Selanjutnya, dari gambar juga diketahui bahwa 1,5 λ terjadi dalam waktu 3 detik. Itu artinya, gelombang tersebut memiliki frekuensi sebesar :
⇒ f = n/t
⇒ f = 1,5/3
⇒ f = 0,5 Hz

Dengan demikian, maka cepat rambat gelombang tersebut dapat ditentukan dengan persamaan dasar gelombang yang secara matematis ditulis sebagai berikut:
v = λ . f

Keterangan :
v = cepat rambat gelombang (m/s)
f = frekuensi (Hz)
λ = panjang gelombang (m).

Cepat rambat gelombang tersebut adalah:
⇒ v = λ f
⇒ v = 8 x 0,5
⇒ v = 4 m/s.
Jawaban : B

Soal 12 : Hukum Pemantulan Cahaya

Pada lampu senter, bola lampu kecil diletakkan di titik fokus cermin cekung. Hal ini dimaksudkan agar sinar yang terpantul adalah ....
A. Berkumpul di satu titik
B. Sejajar ke tempat yang jauh
C. Menyebar ke segala arah
D. Membentuk bayangan nyata, diperkecil

Pembahasan :
Karena menggunakan cermin cekung, maka cahaya yang dipantulkan pada senter mengikuti aturan sinar istimewa pada cermin cekung. Tiga sinar istimewa pada cermin cekung, yaitu:
1). Sinar datang sejajar sumbu utama dipantulkan melalui titik fokus
2). Sinar datang melalui titik fokus dipantulkan sejajar sumbu utama
3). Sinar datang melalui titik pusat kelengkungan dipantulkan melalui titik itu kembali.

Pada poin kedua dapat kita lihat bahwa sinar datang yang melalui titik fokus cermin cekung akan dipantulkan sejaja sumbu utama. Dengan demikian, tujuan dari penempatan lampu senter di titik fokus cermin cekung adalah agar dihasilkan sinar sejajar sehingga membantu dalam proses penerangan.
Jawaban : B

Soal 13 : Optik
Perhatikan gambar sinar datang ke lensa mata berikut ini!

Pembahasan ujian nasional IPA SMP Fisika 2008

Sinar-sinar biasnya berpotongan tampak sepeti gambar maka mata tersebut termasuk ....
A. Presbiopi
B. Hipermetropi
C. Miopi
D. Normal

Pembahasan :
Lensa mata termasuk lensa cembung. Benda yang dilihat oleh mata berada di ruang III atau di depan 2F sehingga bayangan yang dihasilkan jatuh di belakang lensa pada ruang II yaitu di antara F dan 2F.  Beberapa gangguan yang terjadi pada mata antaralain presbiopi, hipermetropi, dan miopi.

Presbiopi atau mata tua adalah cacat mata akibat otot-otot siliar melemah dan tidak fleksibel sehingga daya akomodasi mata berkurang. Presbiopi umumnya dialami oleh usia lanjut. Penderita presbiopi tidak dapat melihat benda dekat maupun benda jauh dengan jelas.

Hipermetropi atau rabun dekat adalah kondisi mata yang dapat melihat benda jauh dengan jelas tetapi tidak dapat melihat benda dekat dengan jelas. Pada kondisi ini, sinar-sinar dari benda dekat difokuskan di belakang retina sehingga bayangannya kabur.

Miopi atau rabun jauh adalah kondisi mata yang dapat melihat benda dekat dengan jelas tetapi tidak dapat melihat benda jauh dengan jelas. Pada kondisi ini, sinar-sinar sejajar dari benda jauh difokuskan di depan retina sehingga bayangannya kabur. Gambar pada soal menunjukkan kondisi mata yang rabun jauh atau miopi.
Jawaban : C

Soal 14 : Listrik Statis - Memberi Muatan dengan Mengosok

Jika mistar plastik digosok dengan kain wol, maka yang terjadi adalah ....
A. Eektron dari mistar berpindah ke kain wol sehingga mistra bermuatan positif
B. Elektron dari kain wol berpindah ke mistar sehingga mistar bermuatan negatif
C. Proton dari kain wol berpindah ke mistar sehingga mistar brmuatan positif
D. Elektron dari mistar berpindahan ke kain wol sehingga mistar bermuatan positif

Pembahasan :
Salah satu cara yang digunakan untuk memberi muatan listrik adalah dengan cara mengosok. Jenis muatan listrik yang diperoleh dengan cara menggosok adalah positif dan negatif.

Contoh menggosok yang menghasilkan muatan negatif :
1). Plastik digosok dengan wol
2). Ebonit digosok dengan wol

Contoh menggosok yang menghasilkan muatan positif :
1). Perspex digosok dengan wol
2). Kaca digosok dengan sutra.

Ketika mistar plastik digosok dengan kain wol, maka akan dihasilkan muatan negatif. Dalam hal ini, mistar plastik akan menjadi bermuatan negatif karena elektron dari kain wol berpindah ke mistar plastik.
Jawaban : B

Soal 15 : Rangkaian Listrik 
Perhatikan gambar rangkaian berikut ini!

Pembahasan ujian nasional IPA SMP Fisika 2008

Bila amperemeter menunjukkan skala 0,6 A, maka nilai yang terukur pada voltmeter adalah ....
A. 1,5 Volt
B. 3,4 Volt
C. 4,5 Volt
D. 6,2 Volt

Pembahasan :
Pada rangkaian di atas, dua hambatan dihubungkan secara paralel kemudian dihubungkan secara seri dengan hambatan lainnya. Untuk dua hambatan yang dihubungkan paralel, maka hambatan penggantinya adalah:
⇒ 1/Rp = 1/4 + 1/8
⇒ 1/Rp = (2 + 1)8
⇒ 1/Rp = 3/8
⇒ Rp = 8/3

Kemudian, Rp dirangkai seri dengan hambatan 3 Ohm sehingga hambatan totalnya menjadi:
⇒ Rs = 3 + Rp
⇒ Rs = 3 + 8/3
⇒ Rs = 3 + 2,67
⇒ Rs = 5,67 Ohm

Hubungan antara tegangan, kuat arus, dan hambatan dirumuskan dala persamaan yang dinela dengan hukuk Ohm yang secara matematis ditulis sebagai berikut:
V = I . R

Keterangan :
V = tegangan (volt)
I = kuat arus listrik (A)
R = hambatan (Ohm).

Karena kuat arus yang terukur pada Amperemeter adalah 0,6 A, maka:
⇒ V = I . Rs
⇒ V = 0,6 x 5,67
⇒ V = 3,4 Volt.
Jawaban : B

Seluruh konten yang diterbitkan di teknokiper.com disusun oleh teknokiper dan dilindungi undang-undang hak cipta. Dilarang menerbitkan ulang konten dalam bentuk apapun dan dengan cara apapun.

Related Post:

Advertisements

0 comments :

Post a Comment