PEMBAHASAN UJIAN NASIONAL FISIKA SMP 2008 NO 1-5

Posted by on 2017-03-28 - 4:04 PM

Teknokiper.com - Ujian Nasional SMP bidang study IPA. Pembahasan soal ujian nasional fisika tahun 2008 untuk tingkat sekolah menengah pertama. Pembahasan soal UN Fisika ini disusun berdasarkan soal ujian nasional bidang study IPA untuk tingkat menengah pertama. Pembahasan ujian nasional ini dibagi berdasarkan bidang study IPA meliputi fisika, biologi, dan kimia. Pada kesempatan ini, teknokiper akan memaparkan pembhasan soal ujian nasional IPA khusus bidang study fisika. Dari lima soal yang akan dibahas, topik yang masuk dalam soal antaralain besaran dan pengukuran, zat, suhu dan temperatur, kalor, gerak, tekanan, perubahan energi, usaha, dan pesawat sederhana. Pembahasan ini disusun dengan tujuan membantu murid memahami model soal ujian nasional pada tahun-tahun sebelumnya sehingga murid lebih kaya akan model soal dan lebih siap menghadapi ujian nasional.

Berikut model soal yang keluar pada pembahasan kali ini : (1) Menentukan besaran pokok, satuan besaran pokok, dan alat ukur yang digunakan. (2) Menentukan volume sebuah benda yang bentuknya tidak beraturan secara tidak langsung. (3) Mengidentifikasi benda yang terbuat dari bahan sejenis berdasarkan massa jenisnya. (4) Menentukan bentuk bimetal berdasarkan nilai koefisien muai panjang bahan penyusunnya. (5) Menentukan jenis perpindahan kalor pada proses pembakaran ujung logam.

Soal 1 : Besaran dan Satuan
Perhatikan tabel berikut ini!
NoBesaranSatuanAlat ukur
1PanjangKilometerMistar
2MassaKilogramNeraca
3WaktuJamStopwatch
4Kuat ArusAmpereAmmeter
5SuhuCelciusTermometer

Pada tabel di atas, yang termasuk besaran pokok, satuan, dan alat ukur dalam Sistem Internasional (SI) yang benar adalah ...
A. 1 dan 2
B. 2 dan 4
C. 1, 3, dan 5
D. 1, 2, dan 5

Pembahasan :
Besaran pokok adalah besaran yang satuannya telah ditentukan telebih dahulu dan bukan merupakan turunan dari besaran lain. Dalam Fisika dikenal 7 besaran pokok, yaitu panjang, massa, waktu, suhu, kuat arus listrik, jumlah zat, dan intensitas cahaya.
Besaran PokokSatuan SI
PanjangMeter (m)
MassaKilogram (kg)
WaktuSekon (s)
SuhuKelvin (K)
Kuat arus listrikAmpere (A)
Jumlah zatMol (mol)
Intensitas cahayaCandela (Cd)

Satuan besaran pokok dalam sistem Internasional adalah panjang (meter), massa (kilogram), waktu (sekon), suhu (Kelvin), kuat arus listrik (Ampere), jumlah zat (mol), dan intensitas cahaya (Candela). Dengan begitu, opsi yang tepat adalah 2 dan 4.
Jawaban : B

Soal 2 : Pengukuran
Perhatikan gambar percobaan pengukuran volume batu berikut ini!

Pembahasan soal ujian nasional fisika SMP 2008

Berdasarkan gambar tersebut, volume batu adalah ....
A. 100 cm3
B. 80 cm3
C. 60 cm3
D. 20 cm3

Pembahasan :
Gambar di atas merupakan proses pengukuran volume secara tidak langsung. Cara ini biasa digunakan untuk mengukur volume benda yang bentuknya tidak beraturan. Volume batu yang diukur pada percobaan tersebut adalah selisih antara jumlah volume dan air dengan volume air sebelum batu dicelupkan.

Volume air:
⇒ V1 = 60 cc
⇒ V1 = 60 cm3

Volume air dan batu:
⇒ V2 = 80 cc
⇒ V2 = 80 cm3

Volume batu:
⇒ V = V2 - V1
⇒ V = 80 - 60
⇒ V = 20 cm3
Jawaban : D

Soal 3 : Massa Jenis Zat
Empat orang siswa melakukan pengukuran terhadap beberapa benda. Berikut hasil percobaan yang ditunjukkan dalam tabel di bawah ini.
SiswaMassa (g)Volume (cm3)
A44,864
B38,448
C21,627
D18,930

Berdasarkan data tersebut, siswa yang mengukur benda dengan bahan yang sama adalah ....
A. A dan B
B. B dan C
C. B dan D
D. C dan D

Pembahasan :
Untuk menentukan benda mana yang bahannya sama, maka kita dapat melihatnya berdasarkan massa jenis zat tersebut. Benda yang terbuat dari bahan sama massa jenisnya akan sama.

Benda yang diukur siswa A :
⇒ ρ = m/V
⇒ ρ = 44,8/64
⇒ ρ = 0,7 g/cm3

Benda yang diukur siswa B :
⇒ ρ = m/V
⇒ ρ = 38,4/48
⇒ ρ = 0,8 g/cm3

Benda yang diukur siswa C :
⇒ ρ = m/V
⇒ ρ = 21,6/27
⇒ ρ = 0,8 g/cm3

Benda yang diukur siswa D :
⇒ ρ = m/V
⇒ ρ = 18,9/30
⇒ ρ = 0,6 g/cm3

Dari perhitungan di atas, dapat kita lihat bahwa benda yang memiliki massa jenis sama adalah benda yang diukur oleh siswa B dan siswa C, yaitu massa jenisnya 0,8 g/cm3. Jadi, siswa yang mengukur benda dengan bahan yang sama adalah B dan C.
Jawaban : B

Soal 4 : Koefisien Muai Panjang
Perhatikan gambar berikut!

Pembahasan ujian nasional FISIKA SMP 2008

Sebuah bimetal yang terbuat dari lempengan tembaga dan besi yang disatukan dibakar di atas api seperti telihat pada gambar di atas. Jika koefisien muai panjang tembaga 17 x 10-6 C-1 dan koefisien muai panjang besi 12 x 10-6 C-1, maka bentuk bimetal yang terjadi adalah ....
Pembahasan ujian nasional FISIKA SMP 2008

Pembahasan :
Bimetal adalah paduan antara dua jenis logam yang berbeda, pada soal bimetal terbuat dari tembaga dan besi. Jika dipanaskan, keping bimetal akan melengkung ke arah keping logam yang koefisien muainya lebih kecil.

Hal itu terjadi karena logam yang koefisien muainya lebih besar akan lebih cepat memuai (bertambah panjang) sehingga ukurannya lebih panjang dari logam yang keofisien muainya lebih kecil. Akibatnya, bimetal melengkung ke arah logam yang koefisien muainya kecil.

Pada soal diketahui bahwa koefisien muai panjang tembaga 17 x 10-6 C-1 dan koefisien muai panjang besi 12 x 10-6 C-1, itu artinya koefisien muai panjang tembaga > koefisien muai panjang besi. Akibatnya, saat dipanaskan, bimetal akan melengkung ke arah besi.
Jawaban : B

Soal 5 : Kalor
Jika salah satu ujung besi dipanaskan, maka ujung yang lain akan menjadi panas. Perpindahan kalor tersebut terjadi secara ....
A. Konduksi
B. Konveksi
C. Radiasi
D. Induksi

Pembahasan :
Secara alami, kalor berpindah dari benda yang suhunya lebih tinggi ke benda yang suhunya lebih rendah. Berdasarkan medium rambatnya, perpindahan kalor dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:
1. Konduksi
2. Konveksi
3. Radiasi

Konduksi adalah perpindahan kalor melalui medum perantara berupa zat tanpa disertai perpindahan partikel-partikel zat tersebut. Perpindahan kalor secara konduksi lebih baik melalui zat padat dibanding zat cair karena jarak antarpartikel pada zat padat lebih dekat. Perpindahan kalor pada proses pemanasan ujung besi merupakan contoh dari perpindahan kalor secara konduksi.

Konveksi adalah perpindahan kalor melalui medium perantara yang disertai dengan perpindahan partikel-partikel zat perantara. Konveksi umumnya berlangsung pada zat cair maupun gas. Sedangkan radiasi adalah proses perpindahan kalor yang tidak memerlukan zat perantara.

Seluruh konten yang diterbitkan di teknokiper.com disusun oleh teknokiper dan dilindungi undang-undang hak cipta. Dilarang menerbitkan ulang konten dalam bentuk apapun dan dengan cara apapun.

Related Post:

Advertisements

0 comments :

Post a Comment